Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 April 2013

Kecanduan Facebook Bisa Sebabkan Remaja Putri Terkena Depresi

Ini adalah sebuah peringatan penting buat para wanita remaja yang doyan Facebook-an. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Leonard Sax, penulis Girls on the Edge menemukan bahwa pengguna jejaring sosial dari kalangan wanita remaja, berpotensi mengalami depresi akibat terlalu sering membaca berbagai macam status.

Menurut Dr. Leonard Sax, banyak status yang diungkapkan remaja wanita lebih sering mengatakan sesuatu hal yang baik atau menyenangkan. Mereka coba sembunyikan sisi kelam kehidupan dan hanya menampakkan dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Remaja wanita lain yang kerap membaca “status bahagia” itu bisa terpengaruh mentalnya.

Namun terkadang, jika melihat status-status wanita remaja Indonesia malah sebaliknya. Mereka lebih senang menuliskan status-status tentang kegundahan hati dan kegalauan yang mereka alami. Ini juga bisa menyebabkan remaja wanita yang notabene belum matang secara kejiwaan bisa terpengaruh oleh status teman-teman remaja wanitanya yang lain.

Remaja wanita berbeda dengan yang sudah dewasa. Wanita dewasa sudah bisa memahami kadang seseorang sengaja menunjukkan sisi baiknya dalam status dan menyembunyikan kesedihannya. Hanya saja, hal tersebut dapat berbeda persepsi dengan wanita remaja yang rata-rata masih labil.

“Status bahagia” dari teman Facebook menyebabkan seorang wanita remaja kurang menyukuri kehidupannya. Dia iri melihat kondisi teman-temannya yang terasa bahagia. Lantas, anggapan hidup itu menyebalkan pun muncul dari pikiran remaja tersebut. Bila keresahan ini dibiarkan, dapat menyebabkan perasaan depresi. Disisi lain, status "galau" bisa menularkan kegundahan bagi perasaan mereka atau yang biasa disebut 'ilfeel".

“Mereka melihat semua gadis-gadis lain di Halaman Facebook. Mereka terlihat bahagia dan (yang membaca status itu) berpikir ‘hidup saya menyebalkan’”, kata Dr Sax, seperti dikutip Times of India.

Sax menyarankan kepada orang tua untuk membatasi akses ke jejaring sosial pada anak mereka. Memberikan mereka waktu 20-30 menit mengakses Facebook dalam sehari itu sudah cukup. Pertemanan dunia maya ini juga membatasi seseorang untuk bersosialisasi secara aktif. Bagi wanita remaja, untuk mengurangi akses terhadap jejaring sosial dengan kesadaran sendiri dan lebih fokus untuk belajar dan kegiatan-kegiatan positif lainnya

Minggu, 21 April 2013

8 Hal Ini Terbukti Membuat Anak Lebih Pintar

Memiliki anak yang pintar tentu menjadi dambaan setiap orang tua. Karena itu, orang tua akan mencari berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan intelektualitas sang anak. Mulai dari teraphy, mendaftarkan les, hingga memberikan makanan suplemen yang bisa merangsang kecerdasan. 

Faktor keluarga sebenarnya berpengaruh sangat besar dan penting dalam tumbuh kembang anak. Begitupula dengan peningkatan kemampuan intelektualitasnya. Peran orang tua dan lingkungan memiliki porsi yang besar dalam peningkatan kemapuan intelektualitas anak. 

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar anak Anda menjadi lebih pintar:

1. Rawat bayi Anda sejak lahir
Orang tua harus merawat sendiri bayinya yang baru lahir. Perawatan disini meliputi perawatan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Memberikan ASI pada bayi Anda memiliki banyak keuntungan, termasuk kekebalan dan perlindungan dari penyakit. Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa pemberian ASI juga memengaruhi kecerdasan. Sebuah hasil penelitian dari McGill University di Montreal menunjukkan, anak-anak usia 6,5 tahun yang diberi ASI semasa kecil memiliki skor IQ verbal 7,5 poin lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak diberi ASI. American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. 

Jadi jangan serahkan perawatan ataupun pengasuhan bayi Anda pada baby sitter. Asuhlah sendiri sehingga mendapatkan tumbuh kembang yang maksimal baik dari segi fisik, psikologis dan intelektualnya

2. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik berupa kegiatan olahraga atau kegiatan rekreasi semacam outbond diyakini bisa menambah kemampuan intelektual anak.  Banyak guru di sekolah dasar mengklaim bahwa anak-anak akan lebih bisa berkonsentrasi setelah melakukan kegiatan olahraga ataupun istirahat.  Setelah mengulas 14 penelitian, para peneliti Belanda menemukan bahwa skor tes kognitif anak-anak akan lebih tinggi bila mereka punya akses ke ruangan senam, untuk melepaskan ketegangan. Jadi, doronglah anak Anda untuk berolahraga.

3. Jauhi makanan cepat saji
Coret menu makanan yang mengandung banyak lemak, banyak gula karena itu akan menurunkan angka IQ anak, demikian terungkap dalam “Journal of Epidemiological Community Health”. Peneliti menelusuri kebiasaan makan 4000 anak-anak sejak umur 3 dan mengecek kecerdasan saat mereka umur 8,5. Anak-anak yang paling banyak makan makanan cepat saji, yang tinggi kadar gula dan lemak, memiliki skor IQ 1,67 poin lebih rendah dibanding anak-anak yang sering makan buah, sayur, ikan dan pasta.

4. Putar musik
Studi Universitas Toronto mengungkapkan, pelajaran musik dapat meningkatkan kemampuan otak anak-anak umur 6-11. Anak-anak yang ikut pelajaran musik mengalami peningkatan IQ paling besar, lebih besar dari yang ikut pelajaran drama. Semua jenis pelajaran musik itu bagus, jadi bila anak Anda tidak mau bermain terompet, jangan khawatir.

5. Jangan lupa minyak ikan

Sebuah studi New York University, yang mengevaluasi begitu banyak studi mengenai penyebab meningkatnya IQ seseorang, mengungkapkan bahwa asam lemak Omega-3 adalah yang terbaik. Riset itu mengatakan, ketika ibu hamil dan menyusui mendapatkan 1000 mg DHA setiap hari, maka IQ balita dapat meningkat lebih dari 3,5 poin. Selain itu, bayi yang mendapatkan DHA selama tiga bulan ternyata memiliki skor IQ 6,5 poin lebih tinggi dibanding mereka yang tidak.

6. Interaksi membaca buku

Studi New York University yang sama juga mencari tahu bagaimana interaksi membaca — yakni mendorong anak-anak untuk membaca dan mengajari mereka cara bertanya — dapat meningkatkan intelegensia anak-anak. Peneliti menemukan bahwa ketika anak-anak berumur di bawah 4 tahun aktif dibacakan buku, kecerdasannya bisa meningkat lebih dari 6 poin. Sambil membacakan buku, doronglah anak Anda untuk bertanya kemungkinan telur berwarna lain.

7. Pertimbangkan daftarkan anak ke preschool.
Analisis terhadap 16 studi terbaru mengungkapkan, mengirim anak terbelakang ke preschool yang fokus pada pengembangan bahasa dapat meningkatkan skor IQ hingga 7 poin. Masukkanlah anak ke preschool jika memang tersedia di dekat rumah Anda.

8. Sarapan
Anak-anak yang memulai hari dengan sarapan sehat terbukti lebih mudah berkonsentrasi, lebih siap dan pada akhirnya mendapatkan nilai lebih tinggi. Siapa sangka, sarapan sederhana seperti sereal dan segelas jus dapat membantu anak Anda lebih berenergi dalam menjalani hari.

Itulah 8 hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat anak Anda lebih pintar. Semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang putra-putri Anda.

Sumber: Yahoo She


 

Selasa, 16 April 2013

Cara Jitu Menanamkan Sikap Mau Berbagi pada Buah Hati Anda

Bagi sahabat-sahabat saya yang sudah memiliki putra-putri, artikel ini penting untuk Anda baca sebagai referensi dalam membimbing tumbuh-kembang putra-putri Anda.

Sikap berbagi pada anak sangat penting ditanamkan sejak dini. Ini perlu dilakukan agar sikap tersebut berkembang menjadi sebuah kebiasaan sepanjang hidupnya. Untuk membentuk sikap berbagi pada anak berkembang sejak dini, peran orangtua sangat dibutuhkan. Oleh karena itulah, Anda sebagai orang tua harus tahu apa saja yang harus dilakukan dalam pembentukan sikap ini.

Berikut ini adalah tips-tips yang bisa Anda lakukan dalam membiasakan putra-putri Anda berbagi kepada orang lain:
  • Membentuk sikap berbagi pada anak bukan merupakan hal mudah. Berbagi merupakan sikap positif yang harus ditanamkan pada anak sejak dini.
  • Saat anak bermain dengan balita lain, Anda dapat menanamkan sikap berbagi pada anak. Momen ini adalah kesempatan baik bagi Anda untuk membentuk anak menjadi pribadi yang murah hati.
  • Saat bermain, sikap berbagi dapat dibentuk melalui contoh yang Anda praktikkan. Misalnya, Anda membeli sebatang cokelat untuk anak, kemudian Anda menyuruh anak untuk memberikan cokelat kepada teman-temannya yang saat itu sedang bermain bersama.Sikap berbagi ini perlu Anda tanamkan dan ajarkan kepada anak secara konsisten.
  • Selain itu, Anda perlu memberi pengertian pada anak bahwa berbagi dengan sesama merupakan perbuat menyenangkan.
  • Sesekali, Anda bisa memberi hadiah ketika anak telah berhasil berbagi makanan atau mainan pada sesama temannya. Atau, sebelum anak melakukan itu, Anda bisa menjanjikan hadiah kepadanya terlebih dulu.
  • Cara lain untuk menanamkan sikap berbagi pada anak adalah Anda dapat menceritakan dongen atau cerita rakyat kepada mereka karena di dalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan.

Itulah tips-tips yang dapat saya share untuk Anda, semoga bermanfaat...

*Dari berbagai sumber

Rabu, 10 April 2013

6 Aktivitas Pembuat Cerdas Anak

Saya yakin, semua orang tua ingin anaknya cerdas. Namun tentu tidak semua orang tua tahu bagaimana cara membuat buah hati mereka menjadi cerdas. Untuk itulah artikel ini saya buat agar Anda yang sudah memiliki anak memiliki pengetahuan tentang aktivitas apa saja yang bisa merangsang kecerdasan buah hati Anda.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kognitif anak Anda yang direkomendasikan oleh Jamie Loehr, M.D. dan Jen Meyers, pengarang buku Raising Your Child, seperti dikutip dari Parents Indonesia

1. Membaca 20 menit setiap hari
Ajak Anak anda membaca. Di usia 12 sampai 18 bulan anak banyak sekali menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya. Jadi sangat mungkin bagi anak Anda mendengarkan apa yang anda baca. Setidaknya ajak membaca selama 20 menit sehari. Sambil membaca buku, tanyakan kepadanya gambar-gambar yang ada di buku.

2. Mendengarkan Musik
Bernyanyilah bersama anak Anda. Biasakan mendengarkan music saat di rumah atau di mobil. Pilihlah musik yang tidak membosankan walaupun diputar terus menerus. Jika Anda bernyanyi otomatis anak akan ikut bernyanyi. Lama-lama Anak Anda akan bernyanyi sendiri walaupun tidak ada music yang mengiringi.

3. Ajarkan tentang bentuk benda dan angka
Ajarkan si kecil tentang bentuk benda, warna dan angka seharian penuh. Jika di tumpukan mainannya ada bola bilang “ini bola bulat berwana merah. Jika sedang makan pisang bilang “ ini pisang kita tinggal satu” atau jika sedang memakai kaus berwarna biru bilang “kaus kamu warnanya biru.”

4. Ajarkan tentang Nama-nama Bagian tubuhnya
Ajarkan juga anak Anda nama-nama bagian tubuhnya. SAabil mengenalkan bagian tubuhnya tunjuklah bagian tubuh yang dimaksud misalnya hidung, mata, kuping, kaki, tangan dan bagian tubuh lainnya.

5. Gunakan instruksi
Saat bermain berikanlah instruksi. Dengan begitu si anak akan mampu mengikuti instruksi dari orang tua dan akan merasa senang jika mampu melakukan apa yang di suruh. Salah satu instruki sederhana adalah memintanya menutup pintu atau mengambilkan bola.

6. Minta memilih mainan kesukaannya
Pergilah ke toko mainan. Gunakan buku katalog kemudian minta si anak menunjuk mainan yang ia suka di catalog tersebut. Setelah itu ajak anak Anda mencari mainan tersebut di rak mainan.

Itulah 6 aktivitas yang dapat anda ajarkan pada buah hati Anda. Semoga dengan aktivitas-aktivitas di atas dapat merangsang kecerdasan kognitif pada buah hati Anda. Selamat mencoba....

Sumber: Parents Indonesia, dimuat di Republika.Online

Rabu, 20 Maret 2013

Inilah Nutrisi Pembuat Cerdas Anak

Memiliki anak cerdas adalah dambaan semua orang tua. Nah agar anak-anak Anda tumbuh cerdas, berikanlah nutrisi yang tepat untuk perkembangan otak. Apa saja?

Guru besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan, mengatakan makanan otak di masa pertumbuhan adalah protein dan omega 3. Nah, makanan yang kaya akan kandungan ini adalah ikan laut dalam.

Meskipun sama-sama ikan, namun ikan air tawar tidak memiliki kandungan omega 3 sebesar ikan laut. Namun begitu, ikan air tawar juga memiliki protein yang tinggi

Kegiatan monitoring tumbuh kembang balita juga sangat diperlukan. Kegiatan penimbangan dan pencatatan yang dilakukan posyandu selama ini merupakan kegiatan sederhana yang memiliki manfaat luar biasa.

Aspek aktif yang diperhatikan adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus, dan rasa ingin tahu. Sedangkan aspek tanggap yang dipantau adalah kemampuan berkomunikasi, kemampuan bergaul dan bermain, ekspresi emosi, dan kemandirian. Sumber

    Author

    Foto Saya
    Saya hanyalah seorang yang biasa saja. Tetapi saya memiliki keinginan yang luar biasa untuk berbagi dengan siapa saja tentang apa yang saya ketahui dan pahami. semoga bermanfaat. Amiin

    Followers